Lepas sambut Camat Banjaran dari pejabat lama H.IMAN IRIANTO, S.Sos kepada pejabat baru Drs.HIKMATULQODAR SUFRIA,M.Si akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 18 Desember 2010.
Rabu, 15 Desember 2010
Selasa, 07 Desember 2010
BANJARAN DI GUYUR HUJAN
PADA TANGGAL 1- 5 DAN 7 DESEMBER KOTA BANJARAN DI GUYUR HUJAN LEBATYANG MENGAKIBATKAN 5 DESA TERENDAM AIR DENGAN KETINGGIAN MENCAPAI KURANG LEBIH 3 METER
Baca Selanjutnya »»Senin, 15 November 2010
pelatihan blog
pada hari selasa dilaksanakan pelatihan interner bagi aparat desa se kecamatan banjaran
Rabu, 22 Juli 2009
Potensi Kecamatan Banjaran

Potensi Kawasan
Wana wisata ini berupa pemandangan hutan alam dan hutan tanaman pinus, kegiatan wisata yang dapat dilakukan yaitu lintas alam, berkemah, dan mendaki gunung.
Tumbuhan yang terdapat di wana wisata ini berupa: rumpu jampang, alang-alang, kaso, kingkilaban, pakis, saliara, kirinyuh, kaliandra, puspa, saninten, jamuju, kihujan, flamboyan, bungur, sengan laut, kidamar.
Satwa yang terdapat diwana wisata ini yaitu berupa:sanca, sanca hijau, ular cibuk, ular cai, ular lingas, ular belang, elang, ketilang, tekukur, manintin, surili, menjangan, sero, macan tutul, serigala an babi hutan. WW Gunung Puntang yang lokasinya didaerah Ciamung Banjaran Kab. Bandung, ternyata banyak menyimpan aset sejarah. Karena lokasi ini dulunya sebuah kompleks perkantoran dan perumahan dinas yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas lengkap yang dikenal dengan nama Stasion Radio Malabar Gunung Puntang lengkap dengan pembangkit listriknya. Dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1919.
Stasion MAlabar Gunung Puntang, saat itu merupakan stasion Radio terbesar pertama di Asia. Tahun 1923 dipimpin oleh Dr.Ir.CJ Debroot.
Menurut sejarah, dilokasi ini dulunya kompleks rumah dinas yang dilengkapi dengan tenis, kolam renang, pertokoan dan bioskop. Adpun para pejabat yang menempati rumah dinas saat itu diantaranya Mr.Han Moo Key, Mr.Nelan, Mr.Vallaken, Mr.Bickman, Mr.Hodskey, Ir. Ong Keh Kong dan tiga orang putra bangsa yaitu Djukanda, Sudjono dan Sopandi.
Semula obyek wisata Gunung Puntang memiliki luas 51ha pada saat ditemukannya lokasi oleh Sdr. Utay Muchtar (tokoh sesepuh), ia sedang membersihkan ilalang dan secara tidak terduga ia menemukan tanah yang beraspal menuju keatas gunung. Jalan beraspal tersebut ia telusuri dan ternyata ujung jalan itu bekas kompleks. Karena saat ditemukan keadaannya sudah hancur. Bangunannya hanya tinggal puing-puingnya saja. Setelah ditemukan selanjutnya oleh Utay Muchtar dilaporakan kepada pihak perhuatni dan ternyata diketahui lokasi itu pernah terlupakan selama 44 tahun.